Pertanyaan "mengapa" dilontarkan saat kita ingin mengetahui dan menggali sebab atau alasan atas sebuah aktifitas atau peristiwa.
Alasan dan sebab sebuah aktifitas perlu digali agar pikiran kita benar benar memahami dan menghayati urgensi dari aktifitas tersebut. Lantas saat pikiran sudah terpahamkan maka emosi dan feeling akan merespon positif, maka menyalalah motivasi yang kuat untuk mengerjakan.
Penjelasan diatas berlaku untuk semua aktifitas termasuk menulis.
Bagi saya, menulis adalah proses mengeluarkan semua yang berseliweran di pikiran baik berupa ide, gagasan, planing, target atau sekedar curhat. Tujuannya agar yang berseliweran di pikiran itu berpindah tempat dan berubah wujud, tervisualkan serta terabadikan menjadi rangkaian kata yang bermakna dan bermanfaat baik untuk saya juga buat dunia :)
***
Banyak sudah orang menggali alasan mengapa harus menulis. Saat ini saya ingin melakukan hal yang sama. Bisa jadi tak ada yang istimewa dari alasan saya menulis, namun semoga ini jadi pengingat suatu hari nanti di tengah perjalanan saat semangat mulai kendor.
Saya (harus) menulis karena :
1. Menulis berarti meninggalkan jejak sejarah hidup kita. Orang-orang tercinta, kerabat dan orang-orang yang sempat bersentuhan dengan hidup kita akan mudah mengetahui prinsip hidup, gagasan, keinginan dan harapan kita.
Sebagai muslim, saya berkaca dari para muslim terdahulu era sahabat dan generasi setelahnya. bagaimana mungkin kabar agama ini sampai dan tersebar hingga kini jika tak ada orang-orang yang menuliskannya. Ungkapan Ali bin Abi Thalib agar mengikat ilmu ke dalam tulisan sangat saya sepakati.
2. Menuangkan sekaligus mengikat ide, gagasan, prinsip, target. planing, dan curhat.
Budaya lisan akan terkena virus yang bernama lupa dan tulisan berfungsi mengikat informasi atau ilmu agar tak hilang/lepas terkena virus lupa.
Bahkan dalam perniagaan tak tunai, perintah-Nya untuk menuliskan dengan menghadirkan dua saksi.
Tulisan akan menjadi dokumentasi yang memilki kekuatan.
3. Menulis menjadi sarana untuk melepaskan rasa baik yang positif maupun negatif sehingga stabilitas emosi tetap terjaga.
Peran yang kita emban dalam hidup ini tentu lebih dari satu. Saya sendiri seorang individu hamba Alloh, istri, ibu 3 orang anak, pengelola usaha dan warga masyarakat. Berbagai peran yang diemban tentu menyisakan residu emosi yang harus dinetralkan. Salah satu medianya adalah dengan menulis.
4. Tiga poin pertama berpusat pada diri. Poin terakhir dari alasan mengapa saya harus menulis adalah NILAI MANFAAT untuk sekitar. Melalui tulisan kita harus dapat menyebarkan gerakan nyata yang positif untuk perbaikan masyarakat
Semoga ikhtiar menulis ini dapat menjadi amal sholih di sisiNya dan manfaat buat sesama.
Posted via Blogaway
Perjalanan cerita, hikmah dan refleksi Seorang Perempuan yang Berkarir di Rumah Tangga dan Wirausaha
Jumat, 26 Agustus 2016
Mengapa (harus) Menulis?
Lokasi:
Gegerkalong, Sukasari, Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar